BatamZona Headline

Jalan 5 Lajur Tak Cukup, Kini Batam Pilih Melayang

907
×

Jalan 5 Lajur Tak Cukup, Kini Batam Pilih Melayang

Share this article

Mengintip Masa Depan Transportasi Batam: LRT Gantung dan Impian Kota Modern

AI illustration photo by Gudangberita
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Di tengah hiruk-pikuk perkembangan kota, Batam bersiap menorehkan sejarah baru dalam transportasi publik. Badan Pengusahaan (BP) Batam memprakarsai pembangunan Light Rapid Transit (LRT) gantung, sebuah langkah revolusioner yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan.

Dengan populasi mencapai 1,24 juta jiwa dan pertumbuhan kendaraan pribadi yang pesat, LRT gantung ini hadir sebagai solusi mengatasi kemacetan dan mendorong konektivitas.

BACA JUGA:  Fenomena ASN Live TikTok Saat Jam Kerja: Tantangan Penegakan Disiplin Digital di Pemkab Lingga

Sei Jodoh ke Hang Nadim: Awal dari Perubahan Besar

Dengan rute sepanjang 11 kilometer yang menghubungkan Sei Jodoh atau Batu Ampar ke Bandara Internasional Hang Nadim. Jalur ini dirancang untuk menghubungkan kawasan industri, pelabuhan, dan bandara, mempermudah perjalanan masyarakat dan distribusi barang.

Pada 2025, fase awal ini menjadi tonggak penting dalam transformasi transportasi Batam. Tahap selanjutnya akan meliputi rute Sekupang-Nagoya, Marina-Batam Center, dan Telaga Punggur-Bandara Hang Nadim.

BACA JUGA:  Duka di Balik Dua Jengkal Tanah: Diana, Sang Yatim Piatu yang Berjuang Hijrah di Tengah Badai Hidup

Didukung Infrastruktur Jalan

Tak hanya berfokus pada LRT, BP Batam juga mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur jalan. Salah satu proyek strategis adalah peningkatan Jalan Yos Sudarso, yang menghubungkan Pelabuhan Batu Ampar dengan kawasan industri.