BP Batam

Batam Terancam ‘Ganti Air Laut Jadi Air Minum’, Dompet Warga Sudah Siap?

68
×

Batam Terancam ‘Ganti Air Laut Jadi Air Minum’, Dompet Warga Sudah Siap?

Share this article
BP Batam berupaya untuk memaksimalkan program reboisasi serta pelindungan dan pelestarian Daerah Tangkapan Air (DTA).
BP Batam berupaya untuk memaksimalkan program reboisasi serta pelindungan dan pelestarian Daerah Tangkapan Air (DTA).
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam — Bayang-bayang krisis air baku kembali menghantui Pulau Batam di puncak musim kemarau 2026. Dalam rilis resminya, Badan Pengusahaan (BP) Batam membeberkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan air minum.

Namun, ada satu opsi jangka panjang yang mencuri perhatian sekaligus memicu tanda tanya besar: rencana penerapan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) alias mengolah air laut menjadi air bersih.

BACA JUGA:  Dukung Sensus Ekonomi 2026, BP Batam Minta Pelaku Usaha Tak Takut Berikan Data Akurat

Opsi ini mengemuka di tengah peringatan BMKG bahwa 72,8 persen wilayah Indonesia kini telah memasuki musim kemarau, dengan puncaknya terjadi pada Agustus 2026.

Bagi pulau seperti Batam yang tak memiliki sungai alami maupun cadangan air tanah (aquifer), ketergantungan pada waduk penampung air hujan memang menjadi titik lemah yang mematikan saat El Nino melanda.

BACA JUGA:  Jalan Menuju Sei Ladi Terkendala Pergerakan Tanah, BP Batam Evaluasi Penanganan Beton Terangkat

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menyebutkan bahwa BP Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABH) menyiapkan empat jurus antisipasi: pemantauan debit air real-time, interkoneksi jaringan antar-waduk, reboisasi Daerah Tangkapan Air (DTA), serta opsi teknologi SWRO.

“Selain optimalisasi infrastruktur eksisting, BP Batam juga menyiapkan berbagai opsi pengembangan sumber air, termasuk pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) sebagai salah satu alternatif pengolahan air laut untuk memperkuat ketahanan air pada masa mendatang,” ujar Denny, Selasa (11/8/2026).

BACA JUGA:  Redam Ketegangan Soal 'Ancaman Putus Kerja Sama', BP Batam Minta Media Tetap Kritis dan Profesional