Gudangberita.co.id, Batam – Dalam langkah signifikan mendukung perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa sebagai pusat data center, PT PLN Batam menandatangani amandemen Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dan Nota Kesepahaman dengan PT Taman Resor Internet (Tamarin).
Perjanjian tersebut menjadi tonggak strategis dalam pengembangan kawasan ini menuju ekonomi digital yang berkelanjutan.
Penandatanganan dilakukan pada Rabu (11/12/2024), mencakup penambahan kapasitas daya tersambung dari 389 MVA menjadi 1.064 MVA.
Selain itu, kedua pihak menyepakati penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk mendukung kebutuhan data center di KEK Nongsa.
“Ini adalah milestone penting yang akan mengubah arah sejarah pengembangan KEK Nongsa dan Kota Batam,” ujar Direktur Utama PT PLN Batam, Muhammad Irwansyah Putra.
Lonjakan Kebutuhan Energi Data Center
Data menunjukkan, permintaan listrik untuk data center di KEK Nongsa diperkirakan melonjak drastis hingga mencapai 1.064 MVA pada tahun 2031.
Saat ini, PT Tamarin telah tersambung dengan kapasitas 2×30 MVA, sementara PLN Batam telah berkomitmen menyediakan pasokan listrik sebesar 369 MVA hingga 2031.
“Ketersediaan listrik yang stabil, andal, dan ramah lingkungan menjadi jantung dari pertumbuhan ekonomi digital di kawasan ini,” kata Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN (Persero), Hartanto Wibowo.













