BatamZona Headline

Data Center KEK Nongsa Terseret Sengketa, Kontraktor Lokal Klaim Dirugikan Perusahaan China, Iklim Investasi Disorot

68
×

Data Center KEK Nongsa Terseret Sengketa, Kontraktor Lokal Klaim Dirugikan Perusahaan China, Iklim Investasi Disorot

Share this article
Foto udara pembangunan data center di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park, Batam, Kepulauan Riau
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Sengketa proyek pembangunan data center di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park, Kota Batam, mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap iklim investasi di salah satu kawasan strategis nasional tersebut. Konflik antara kontraktor lokal, PT Jamrud Andalas Jaya (JAJ), dan perusahaan asal China, PT China Construction Yangtze River Indonesia (CCYR), kini bergulir ke ranah hukum dengan nilai klaim kerugian mencapai Rp3,4 miliar.

BACA JUGA:  Isi Hotel, Apartemen, hingga Pelabuhan: Jejak Kasus Narkoba yang Dibongkar Polda Kepri

KEK Nongsa selama ini dipromosikan sebagai pusat ekonomi digital dan hub data center regional yang mengedepankan kepastian hukum, kemudahan investasi, serta kolaborasi antara investor asing dan pelaku usaha lokal. Namun, sengketa pembayaran dalam proyek ini dinilai berpotensi mencoreng kepercayaan pelaku usaha, khususnya kontraktor lokal yang terlibat langsung di lapangan.

Direktur PT Jamrud Andalas Jaya, Aljoni, menyatakan bahwa perusahaan lokal berada pada posisi rentan ketika diminta memulai pekerjaan tanpa kontrak final, sementara kewajiban pembayaran dan kompensasi tidak dijalankan secara konsisten oleh kontraktor utama.

BACA JUGA:  Banjir Jakarta: 1.623 Jiwa Mengungsi, Kampung Melayu Tergenang hingga 80 Cm

“Kalau pola seperti ini dibiarkan, kontraktor lokal akan berpikir dua kali untuk terlibat dalam proyek besar di KEK Nongsa. Risikonya terlalu tinggi,” ujarnya.