BatamPolitikZona Headline

Heboh Dugaan Serangan Fajar di Batam, Libatkan Ibu-ibu Bagikan Uang

247
×

Heboh Dugaan Serangan Fajar di Batam, Libatkan Ibu-ibu Bagikan Uang

Share this article
Petugas Gakumdu mendatangi lokasi saat dua wanita yang diduga sebagai koordinator pembagian uang serangan fajar, money politic diamankan warga di depan kantor Proxi Net, Ruko Grand California, Batam Center, Selasa (26/11/2024) malam. (Foto: ist)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Dua wanita yang diduga sebagai koordinator pembagian uang serangan fajar, money politic diamankan warga di depan kantor Proxi Net, Ruko Grand California, Batam Center, Selasa (26/11/2024) malam.

Namun, upaya lebih lanjut dari pihak berwenang belum terlihat, meski lokasi tersebut disinyalir digunakan untuk praktik politik uang menjelang hari pencoblosan Pilkada.

BACA JUGA:  Breaking News: Tumpahan Solar Kembali Terjadi di Simpang Empat Taman Dabo Singkep, Tercatat Sudah Ke-16 Kali

Petugas kepolisian dan Bawaslu malam itu hanya tampak berjaga di luar ruko yang disebut menjadi lokasi pembagian uang money politics.

Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompusunggu, menyatakan bahwa kasus ini sudah dilaporkan ke Sentra Gakkumdu untuk proses hukum lebih lanjut.

“Dugaan adanya politik uang sudah dilaporkan dan ditangani Gakkumdu. Semua proses harus berdasarkan bukti, tidak bisa hanya asumsi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Malingnya yang Beraksi, Fasum yang Rusak, Pengusaha Besi Tua yang Kena "Ceramah" Pakta Integritas

Pihak kepolisian maupun Bawaslu mengakui tidak dapat memasuki gedung tanpa izin pemilik ruko.

“Polisi memerlukan surat perintah untuk masuk, dan Bawaslu juga memerlukan izin. Ini adalah properti pribadi,” tegas Heribertus.

Ketua Satgas Pilkada Damai Kota Batam, Tino Sukirno, mengungkapkan bahwa modus pembagian uang money politic berubah menjadi pemberian surat saksi.

BACA JUGA:  Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Jerman vs Paraguay, La Albiroja Tak Gentar Nama Besar Die Mannschaft

“Kami menduga orang yang datang diberi surat saksi untuk menyamarkan pembagian uang. Jika mereka tidak terlihat di TPS, maka diduga mereka adalah saksi palsu,” kata Tino.