LingkunganNatunaZona Headline

Aktivis Lingkungan Natuna Khawatir Kerusakan Ekosistem Sungai Kelarik Akibat Tambang Pasir Kuarsa

283
×

Aktivis Lingkungan Natuna Khawatir Kerusakan Ekosistem Sungai Kelarik Akibat Tambang Pasir Kuarsa

Share this article
Aktivis lingkungan di Natuna, Cherman. (Foto: ist)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Ada indikasi tambang pasir kuarsa di Kecamatan Bunguran Utara mencemari lingkungan. Warga mengeluh terjadinya perubahan warna pada air Sungai Kelarik di daerah tersebut.

Aktivis lingkungan di Natuna, Cherman sekaligus sebagai Leader Komunitas Jelajah Bahari Natuna (JBN) turut menyoroti hal ini. Menurutnya, salah satu indikator air tercemar adalah apabila air tersebut mengalami perubahan warna.

BACA JUGA:  Abu di Bawah Jembatan Enim III: Kisah Tragis Ayu dan Cinta Lama yang Membakar Habis Masa Depannya

“Sebelum ada aktivitas penambangan setiap hujan pasti keruh tapi bukan kuning begini, dulu juga warga tau kalau hujan keruh, tapi keruhnya seperti air teh dampak dari akar kayu, kalau ini kan dampak dari sedimen lumpur,” ujar Cherman, Kamis (6/6/2024).

Penampakan Sungai Kelarik, Kecamatan Bungurn Utara yang mengeruh disinyalir akibat tambang pasir kuarsa. (Foto: ist)

Menurutnya sedimen lumpur yang berada di air tersebut akan merusak ekosistem. “Pada akhirnya akan berdampak pada perekonomian warga setempat,” sesalnya.

BACA JUGA:  Reaksi Menohok Ahmad Sahroni Soal Polemik SIM Moge Usai Viral Penilangan Ketua DPRD Kepri di Batam

Cherman menambahkan, tempat berkembang biak bibit ikan kerapu, kepiting dan udang juga pastinya akan rusak dan berdampak pada mata pencaharian warga.

“Mungkin dua tiga tahun kedepan belum dirasakan oleh warga tetapi jika ini terus berlangsung yakinlah lima atau enam tahun kedepan warga akan merasakan dampaknya secara nyata,” ujar dia

Ia meminta pemerintah melakukan ulang analisis dampak lingkungan (Amdal) dari aktivitas penambangan agar tidak merugikan masyarakat. Ia menegaskan bahwa dirinya sejak awal telah mengingatkan tokoh masyarakat setempat akan dampak lingkungan dari aktvitas tambang pasir.