LingkunganNatunaZona Headline

Aktivis Lingkungan Natuna Khawatir Kerusakan Ekosistem Sungai Kelarik Akibat Tambang Pasir Kuarsa

282
×

Aktivis Lingkungan Natuna Khawatir Kerusakan Ekosistem Sungai Kelarik Akibat Tambang Pasir Kuarsa

Share this article
Aktivis lingkungan di Natuna, Cherman. (Foto: ist)
banner 468x60

“Baru saja beroperasi kegiatan tambang sudah keliatan dampak nyata, karena itu saya berharap kajian Amdal perlu ditinjau kembali dan warga jika setuju adanya tambang harus siap menerima resiko dari dampak penambangan, serta perusahaan tambang harus bertanggung jawab atas dampak tersebut,” ucapnya.

Selain itu, dirinya berharap pemerintah lebih berhati-hati dalam memberikan izin pertambangan, pasalnya keuntungan dari tambang tidak akan mampu memulihkan alam seperti semula.

BACA JUGA:  Memutus Kutukan Proyek Gagal: Pemko Batam Gandeng Swasta Bangkitkan Pasar Induk Jodoh

Ia juga menyayangkan kegiatan seperti ini akan jelas nyata mengancam keberlangsungan alam Natuna yang notabene kawasan pulau terdepan NKRI dan akan berpotensi mengancam terwujudnya Natuna sebagai UNESCO Global Geoparks.

“Harusnya keasrian Pulau Natuna ini dijaga dengan baik, jadikan pulau ini sebagai warisan dunia,” kata Cherman.

Ia juga menjelaskan bahwa peningkatan kesejahteraan warga Natuna dengan pendekatan ekonomi berkelanjutan akan lebih baik dari pada merusak alam.

BACA JUGA:  Waduk Mengering, BP Batam Akui Ketahanan Air Hanya Tersisa 4 Bulan Lagi

“Potensi Alam Natuna sangat berlimpah dan lebih dari cukup untuk mensejahterakan warganya karena penduduk Natuna berjumlah kurang lebih 82 ribu jiwa saja,” sebutnya

“Banyak sektor yang bisa dikembangkan secara ramah lingkungan, harusnya jika ingin sejahtera warga setempat harus memanfaatkan alam secara berkelanjutan, bukan malah merusak,” sesalnya.