LingkunganNatunaZona Headline

Aktivis Lingkungan Natuna Khawatir Kerusakan Ekosistem Sungai Kelarik Akibat Tambang Pasir Kuarsa

292
×

Aktivis Lingkungan Natuna Khawatir Kerusakan Ekosistem Sungai Kelarik Akibat Tambang Pasir Kuarsa

Share this article
Aktivis lingkungan di Natuna, Cherman. (Foto: ist)
banner 468x60

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Natuna, Ferizaldy, tak menampik keruhnya Sungai Kelarik sebagian besar disebabkan oleh perusahaan tambang kuarsa di sana.

“Kemarin kita bersama Pak Wakil Bupati dan kawan-kawan di PU kita pantau, setelah kita pantau fenonena itu pakai drone, memang ada indikasi dari perusahaan (kuarsa) itu juga,” ungkap Ferizaldy, Selasa (4/6).

BACA JUGA:  Gusur Warga di Tengah Isu Mundurnya Investor, Proyek Rempang Eco-City Tuai Kecaman

Kendati demikian, Ferizaldy menyebut perusahaan kuarsa di Bunguran Utara itu bukan lah satu-satunya penyebab keruhnya Sungai Kelarik.

“Ada sumber-sumber lain seperti dari jalan-jalan yang belum diaspal, itu berkontribusi juga. Tetapi yang paling besar memang dari aktivitas perusaaan itu. Mereka memang sudah mulai uji coba penambangan,” jelasnya.

“Uji coba itu dia kan mengikis lahan dan membongkar gulma, kemudian melakukan pencucian pasir, dari pencucian itu saat hari hujan meluap ke sungai,” sebutnya.

BACA JUGA:  Imbas Kerugian Menahun, Tarif Air Perumda Tirta Nusa Natuna Resmi Naik: Siapa Saja yang Terdampak?

Atas pemantauan yang dilakukan, kata Ferizaldy, DLH memberikan rekomendasi ke PT. MMI agar membuat sekatan-sekatan pada kolam pencucian.

“Namanya sungai mengalir dari tinggi ke rendah, di posisi dia (perusahaan) pun di tempat tinggi tempat pencuciannya, jadi air tempat resapan mereka saat hari hujan tak dikendalikan, sehingga air hujan tercampur ke lokasi dan meluap ke sungai,” bebernya.

BACA JUGA:  Detik-Detik Pemadaman Api di Bunguran Batubi Natuna, Angin Kencang Jadi Musuh Utama