BatamZona Headline

Reaksi Menohok Ahmad Sahroni Soal Polemik SIM Moge Usai Viral Penilangan Ketua DPRD Kepri di Batam

88
×

Reaksi Menohok Ahmad Sahroni Soal Polemik SIM Moge Usai Viral Penilangan Ketua DPRD Kepri di Batam

Share this article
Ahmad Sahroni saat memberikan tanggapan tegas mengenai kewajiban SIM C2 bagi pengendara moge
Ahmad Sahroni kepada wartawan di Batam saat memberikan tanggapan tegas mengenai kewajiban SIM C2 bagi pengendara moge.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Ketua Umum Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI), Ahmad Sahroni, memberikan reaksi menohok terkait legalitas dan kompetensi pengendara motor gede (moge) di jalan raya.

Ketegasan tokoh otomotif nasional ini mencuat di tengah gaduhnya polemik penilangan Ketua DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Iman Sutiawan, yang kedapatan mengendarai moge tanpa helm dan SIM di Batam.

BACA JUGA:  Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Jerman vs Paraguay, La Albiroja Tak Gentar Nama Besar Die Mannschaft

Sahroni menegaskan, aturan penggolongan SIM baru, termasuk klasifikasi SIM C2 untuk motor bermesin di atas 500 cc adalah hal mutlak yang wajib dipatuhi oleh setiap pemilik moge tanpa terkecuali.

Ia pun menyentil pihak-pihak yang masih menganggap remeh legalitas berkendara motor besar, sekaligus meluruskan logika keliru terkait pengurusan SIM khusus ini.

BACA JUGA:  Ibu Pembunuh Bayi dalam Karung di Batam Terancam Hukuman Berat, Polisi Terapkan Pasal Berlapis

“Awalnya terkait dengan motor besar. Nah karena yang memiliki motor besar harus memiliki SIM tersendiri (C2). Kalau belum punya motor besar tapi pengen punya SIM motor besar, rasanya tidak memungkinkan. Karena belum punya motor besar sudah mau minta SIM motor besar itu kan aneh,” ujar Ahmad Sahroni usai pengukuhan Pengurus Daerah (Pengda) HDCI Kepulauan Riau (Kepri), Batam, dan Tanjungpinang, Sabtu (16/5/2026).

BACA JUGA:  Motif Tegur Musik Keras Ujung Penganiayaan Viral di Homestay Bengkong, Polisi Tetapkan Pemuda 18 Tahun Jadi Tersangka

Politisi sekaligus pengusaha yang akrab dijuluki “Crazy Rich Tanjung Priok” ini menambahkan, SIM C2 diciptakan agar para penunggang moge memiliki kompetensi khusus yang tersertifikasi. Menurutnya, mengendarai motor dengan kapasitas mesin jumbo membutuhkan keahlian berbeda demi keselamatan bersama di jalan raya.