BatamZona Headline

Warga Rempang Tolak Transmigrasi Lokal: Proyek Eco-City Dinilai Penggusuran Terselubung

1363
×

Warga Rempang Tolak Transmigrasi Lokal: Proyek Eco-City Dinilai Penggusuran Terselubung

Share this article
Foto: Tempo
banner 468x60

Para nelayan juga terancam kehilangan ruang tangkap, sementara petani tidak dapat mempertahankan profesinya dengan luas tanah hanya 500 m².

Warga dan aktivis lingkungan menilai bahwa pemerintah lebih memprioritaskan investor dibandingkan hak-hak masyarakat lokal. “Yang dibutuhkan bukan relokasi, tapi pengakuan negara atas kampung tua dan kelestarian lingkungan,” tegas Ishaka.

WALHI menyebut bahwa proyek Rempang Eco-City gagal dalam memenuhi prinsip hak asasi manusia dan keadilan ruang. “Ini bentuk kekerasan struktural yang nyata. Ketika masyarakat dipaksa pindah demi pembangunan, maka yang terjadi adalah marginalisasi dan pemiskinan sistematis,” kata Eko Yunanda.

BACA JUGA:  Tragedi Rambut Terlindas Mesin Perahu, BAZNAS dan KPDN Natuna Salurkan Bantuan untuk Sintia Bela