Abdullah mengaku saat itu masih menjalankan puasa, di saat tubuhnya terluka akibat kejadian tersebut.
Menurut Abdullah, bukan kali ini saja ia mendapat perlakuan kasar dari oknum petugas dinas sosial. “Manusia silver dan badut pengamen juga sering diperlakukan seperti ini oleh mereka,” ungkapnya.
Insiden ini terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri, momen yang seharusnya menjadi penuh berkah bagi umat Muslim.
“Saya bukan pencuri, saya hanya mencari nafkah. Kenapa malah saya yang diperlakukan seperti ini?” keluhnya. Ia pun mempertanyakan alasan dirinya justru dilaporkan ke polisi oleh petugas yang diduga menganiayanya.
Kasus ini menyoroti isu penertiban pedagang kecil dan pengamen di Batam yang sering kali berujung pada tindakan represif. Masyarakat kini menunggu kejelasan dari pihak berwenang atas insiden yang menimpa Abdullah.
Akankah keadilan berpihak pada penjual tisu ini? Atau ia hanya akan menjadi satu dari sekian banyak suara kecil yang terabaikan?
Kepala Dinas Sosial belum memberikan keterangan dan klarifikasi terkait kasus ini.










