BP Batam

Batam Terancam ‘Ganti Air Laut Jadi Air Minum’, Dompet Warga Sudah Siap?

12
×

Batam Terancam ‘Ganti Air Laut Jadi Air Minum’, Dompet Warga Sudah Siap?

Share this article
BP Batam berupaya untuk memaksimalkan program reboisasi serta pelindungan dan pelestarian Daerah Tangkapan Air (DTA).
BP Batam berupaya untuk memaksimalkan program reboisasi serta pelindungan dan pelestarian Daerah Tangkapan Air (DTA).
banner 468x60

Ketika fungsi hutan pendukung waduk rusak, daya tampung air hujan menurun pesat akibat pendangkalan (sedimentasi). Akibatnya, setiap kali musim kemarau tiba, kapasitas waduk merosot drastis dan pemerintah daerah dipaksa memikirkan cara terekstrem: mengolah air laut.

Beban Hemat Air Tetap di Tangan Warga

Di saat wacana teknologi mahal bergulir, BP Batam tetap meminta masyarakat untuk berhemat. Warga diimbau rutin memeriksa kebocoran pipa rumah tangga, mematikan keran, serta mengurangi penggunaan air untuk kebutuhan sekunder.

BACA JUGA:  BP Batam Beri Warning: UMKM Mega Legenda Diminta Bongkar Lapak Mandiri Sebelum Januari 2027

Langkah hemat air di tingkat rumah tangga memang krusial untuk bertahan di kemarau 2026 ini. Namun, masyarakat Batam patut bertanya-tanya: apakah imbauan hemat air dan opsi penyulingan air laut ini adalah solusi jangka panjang yang adil, atau sekadar harga mahal yang harus dibayar warga akibat kurang tegasnya perlindungan terhadap hutan waduk yang ada?

BACA JUGA:  Disentil DPR RI, BP Batam dan Pemko Baru "Gerebek" 11 Titik Banjir