BatamZona Headline

Labelnya Sih Tempat Tobat, Kawasan Sintai Malah Diduga Jadi Ladang Eksploitasi

11
×

Labelnya Sih Tempat Tobat, Kawasan Sintai Malah Diduga Jadi Ladang Eksploitasi

Share this article
Kawasan Sintai Batam yang berlabel pusat rehabilitasi disorot tajam. Mahasiswa hukum UPB temukan dugaan eksploitasi dan TPPO akibat mandulnya Perda.
Kawasan Sintai Batam yang berlabel pusat rehabilitasi disorot tajam. Mahasiswa hukum UPB temukan dugaan eksploitasi dan TPPO akibat mandulnya Perda.
banner 468x60

Tanpa Pelatihan dan Pembinaan, Wanita Dipaksa Bertahan dalam Prostitusi

Label “pusat rehabilitasi” dinilai hanya menjadi tameng legalitas belaka. Amanda, mahasiswa UPB lainnya, memperkuat bukti mandulnya regulasi daerah. Berdasarkan aturan, kawasan rehabilitasi wajib dievaluasi setiap tiga tahun sekali untuk memastikan warga binaan mendapatkan keahlian baru agar bisa mandiri secara ekonomi.

Namun, yang ditemukan para mahasiswa justru sebaliknya: ruang gerak mandek dan tidak ada program pembinaan nyata.

BACA JUGA:  Geger! Sesosok Mayat Pria Membusuk Tergantung di Hutan Pinggir Jalan Yos Sudarso Batam

“Hasil observasi kami, hampir tidak ada pelatihan yang diberikan kepada wanita-wanita yang terjebak prostitusi di Sintai. Padahal dalam Perda ditegaskan pusat rehabilitasi ini dievaluasi setiap tiga tahun. Warga binaan di sana seharusnya mendapatkan keahlian dan dibantu agar keluar dari dunia prostitusi,” kritik Amanda tajam.

Anggota DPRD Batam: “Terima Kasih Sudah Dibangunkan”

BACA JUGA:  Atasi Masalah Limbah, DPRD Batam Bentuk Pansus Revisi Perda Pengelolaan Sampah

Pemaparan kritis mahasiswa hukum ini lantas memantik reaksi keras dari legislatif. Anggota Komisi IV DPRD Batam, Warya Burhanuddin, bahkan menyampaikan terima kasih karena aksi mahasiswa ini telah membuka mata semua pihak atas matinya fungsi kontrol sosial pemerintah.

“Terima kasih teman-teman mahasiswa telah membangunkan kita dari tidur panjang terkait keberadaan Perda ini. Ini perlu dibahas bagaimana mengatasi maraknya prostitusi, bukan hanya di Sintai, tapi juga di pusat kota seperti kawasan Nagoya,” aku Warya jujur.