Para warga sekitar memandangnya masih sedikit ketakutan. Tapi setelah sosok laksamana itu menghilang dari pandangan warga, mereka semua langsung berbondong-bondong mendatangi lahan perkebunan kweni yang berantakan itu.
Ternyata mereka mau mengambil buah-buahan kweni yang berjatuhan tadi. Setiap warga pun memunguti buah-buah kweni untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing.
- Lahirnya hidangan es laksamana mengamuk
Makin banyak orang yang berdatangan untuk ikutan memungut buah kweni yang ada di mana-mana sehingga ada yang pasrah juga untuk mengambilnya lagi karena saking banyaknya buah yang berserakan.
Namun, warga jadi bingung harus diapakan semua buah kweni ini. Tapi untungnya ada salah seorang wanita yang berpendapat sebaiknya dijadikan sebagai minuman segar.
Akhirnya, sebagian besar buah-buah kweni diolah dengan santan kelapa, gula merah, serta bahan pelengkap lainnya.
Setelah jadi, hasil minumannya dibagi-bagikan kepada warga desa setempat. Mereka sangat menyukainya.
Lalu mereka pun menyebutnya es laksamana mengamuk. Dan akhirnya minuman khas tersebut semakin populer.
Kini, es laksamana mengamuk makin banyak variannya dan makin nikmat sebagai minuman dingin yang menyegarkan.












