Gudangberita.co.id, Anambas – Suasana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas, mendadak berubah mencekam pada Rabu (15/4/2026) sore. Isak tangis orang tua pecah saat menyaksikan anak-anak mereka terbaring lemah dengan wajah pucat dan selang infus menancap di tangan.
Saking membludaknya jumlah korban yang mencapai 153 orang, fasilitas rumah sakit tak lagi mampu menampung pasien secara ideal. Pemandangan memprihatinkan terlihat di ruang perawatan; para pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah terpaksa berbagi satu tempat tidur medis untuk dua orang. Mereka tampak meringkuk lemas, berhimpitan di atas kasur yang sempit demi mendapatkan pertolongan darurat.
Bencana kesehatan ini diduga kuat bersumber dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disantap para pelajar pada siang hari. Tak lama setelah mengonsumsi hidangan tersebut, ratusan siswa dari jenjang TK, SD, hingga SMP di Desa Air Asuk dan Desa Air Sena mulai mengeluhkan mual hebat, pusing, hingga muntah-muntah.
“Informasi sementara, korban berasal dari SMPN di Air Nangak, serta sejumlah sekolah di Kecamatan Siantan Tengah. Bahkan ada orang dewasa yang ikut menjadi korban karena memakan jatah milik cucunya,” lapor Kepala Dinas Kesehatan Anambas, Feri Oktavia.













