Situasi darurat ini memicu aksi heroik dari aparat kepolisian setempat. Dengan sirine yang meraung-raung, mobil patroli polisi tampak bolak-balik menjemput warga dari pelosok desa untuk dilarikan ke pusat medis. Jalur menuju RSUD Palmatak dipenuhi kendaraan yang membawa pasien dalam kondisi lemas.
Sekretaris Daerah (Sekda) Anambas, Sahtiar, yang turun langsung ke lokasi, terlihat berbincang dengan para orang tua yang cemas. Meski kondisi rumah sakit overcapacity, Sahtiar memastikan bahwa seluruh tenaga medis telah dikerahkan secara maksimal.
Hingga pukul 20.45 WIB, data menunjukkan persebaran korban sebagai berikut:
RSUD Palmatak: 112 orang (30 di antaranya sudah diperbolehkan pulang).
Puskesmas Siantan Tengah: 41 orang menjalani perawatan intensif.
Dinas Kesehatan memastikan hingga detik ini tidak ada korban yang mengalami kondisi fatal. Fokus utama saat ini adalah stabilisasi kondisi fisik pasien, terutama anak-anak yang rentan mengalami dehidrasi berat akibat gejala keracunan tersebut. Investigasi mengenai kandungan makanan dalam program MBG ini pun tengah digalakkan untuk mengungkap dalang di balik tragedi yang melumpuhkan aktivitas belajar mengajar di Siantan Tengah ini.













