Anambas

Kisah Pilu dari RSUD Palmatak: Saat Pelajar Anambas Berbagi Infus Akibat Keracunan MBG

28
×

Kisah Pilu dari RSUD Palmatak: Saat Pelajar Anambas Berbagi Infus Akibat Keracunan MBG

Share this article
Infus
Infus. (ilustrasi)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Anambas – Koridor Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palmatak mendadak penuh sesak pada Rabu (15/4/2026) sore. Bukan karena kunjungan biasa, melainkan kedatangan ratusan anak sekolah yang lemas tak berdaya.

Di tengah kepanikan itu, terselip pemandangan yang menyayat hati: saking banyaknya korban, para pelajar terpaksa berbagi tempat tidur dan tiang infus demi bertahan hidup.

BACA JUGA:  Sisi Gelap di Balik Pembunuhan Anambas: Hubungan Terlarang dan Dugaan Penyimpangan Seksual Berujung Maut

Insiden ini bermula setelah para siswa menyantap hidangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, keceriaan di jam makan siang itu berubah menjadi jerit kesakitan. Sebanyak 153 orang menjadi korban, di mana sebagian besar adalah wajah-wajah polos dari jenjang TK hingga SMP di Kecamatan Siantan Tengah.

Di salah satu bangsal RSUD Palmatak, fasilitas kesehatan tampak mencapai titik nadir kekuatannya. Foto dan video yang beredar memperlihatkan pemandangan tak biasa; satu tempat tidur medis harus diisi oleh dua orang pelajar sekaligus.

BACA JUGA:  Keracunan Massal Program Makan Bergizi Gratis di Anambas: 153 Orang Tumbang, RSUD Palmatak Overkapasitas

Dengan tangan yang sama-sama terpasang selang infus, anak-anak ini berbaring berhimpitan, didampingi orang tua yang raut wajahnya dipenuhi kecemasan.

“Jumlah pelajar yang datang begitu banyak dan bersamaan. Mereka terpaksa berbagi tempat agar semua bisa segera mendapatkan cairan infus dan penanganan pertama,” ungkap seorang saksi di lokasi.