BatamZona Headline

PWI Kepri Hadiri Pengukuhan PWI Pusat di Monumen Pers Nasional, Tanda Berakhirnya Dualisme Pers Indonesia

30
×

PWI Kepri Hadiri Pengukuhan PWI Pusat di Monumen Pers Nasional, Tanda Berakhirnya Dualisme Pers Indonesia

Share this article
banner 468x60

Ia menambahkan, setelah pengukuhan ini, PWI Kepri diminta untuk merangkul dan menyatukan kembali rekan-rekan wartawan dari kubu sebelumnya agar organisasi bisa kembali utuh.

“Intinya, kami diminta untuk merangkul dan menyatukan kembali. Tetap, kepengurusan kami yang memiliki dasar hukum yang sah. Kami menunggu surat resmi dari pusat pada Senin (6/10),” ujarnya.

BACA JUGA:  Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi: 2 Orang Tewas, KAI Minta Maaf

Cak Munir: PWI Harus Bangkit dari Titik Nadir

Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir (Cak Munir), dalam sambutannya menegaskan bahwa pengukuhan ini menjadi simbol kebangkitan organisasi wartawan terbesar di Indonesia setelah sempat mengalami perpecahan.

“Sebelumnya, PWI berada di titik nadir eksistensi organisasi karena dualisme. Melalui Kongres Persatuan dan Kabinet Persatuan ini, kita lahirkan kembali semangat PWI sejati. Persatuan adalah kata kunci,” tegas Cak Munir.

BACA JUGA:  Jaga Marwah Organisasi, PWI Kepri Minta DK Evaluasi Legalitas Anggota di Wadah KJK

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme insan pers di tengah tantangan digital.

“Pers Indonesia harus menghadirkan informasi yang sehat dan bergizi bagi masyarakat. Inilah makna perjuangan kita bersama,” ujarnya.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid yang turut hadir, menyampaikan apresiasi atas berlangsungnya proses pengukuhan yang demokratis tanpa intervensi pemerintah.