“Pemilihan Monumen Pers Nasional sebagai lokasi pengukuhan sangat tepat. Tempat ini adalah denyut kebangsaan dan saksi sejarah lahirnya PWI. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk membangkitkan semangat kebersamaan pers nasional,” ujar Meutya.
Ia menambahkan, pemerintah hanya bertindak sebagai “orkestrator” yang memastikan semua proses berjalan secara demokratis dan profesional.
“Kongres Persatuan yang digelar sebelumnya di Balai Latihan Komdigi menjadi bukti bahwa insan pers mampu menyelesaikan masalahnya sendiri secara bermartabat,” imbuhnya.
Saibansah: Saatnya PWI Kembali Jadi Rumah Besar Wartawan
Usai pengukuhan, Saibansah menegaskan bahwa PWI Kepri siap menindaklanjuti arahan PWI Pusat untuk memperkuat sinergi antarwartawan di daerah.
“Kami ingin PWI kembali jadi rumah besar bagi semua wartawan. Tidak ada lagi sekat. Yang kita perjuangkan adalah marwah profesi dan tanggung jawab moral terhadap publik,” ujarnya.
Pengukuhan pengurus PWI Pusat di Monumen Pers Nasional ini menjadi simbol kebangkitan dan rekonsiliasi besar di tubuh organisasi wartawan Indonesia. Dari Solo, semangat persatuan ini diharapkan menyebar ke seluruh daerah — termasuk Kepulauan Riau — agar insan pers bisa kembali menjalankan perannya sebagai pilar keempat demokrasi yang independen, sehat, dan beretika. (***)













