Prabowo juga menyinggung situasi terkini di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang dilanda banjir dan tanah longsor. Bencana itu memperlihatkan bagaimana infrastruktur yang terganggu dapat membuat distribusi energi terhambat.
“Dengan bencana di Sumatera saja bagaimana repotnya kita mengantar BBM. Jembatan putus, BBM harus kita naikkan pesawat, sebagian lewat kapal,” ungkapnya.
Ia menilai kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan energi nasional, terutama untuk daerah terdampak bencana.
Dalam acara yang mengusung tema “Doa untuk Bangsa”, Prabowo menyampaikan duka mendalam atas bencana yang menimpa masyarakat di tiga provinsi di Sumatera. Ia menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat dalam memberikan bantuan.
“Rakyat melihat reaksi pemerintah cepat, alat-alat negara segera hadir,” ujarnya.
Pernyataan Prabowo menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah akan mempercepat hilirisasi sawit sebagai pengganti BBM impor. Selain untuk menjaga stabilitas energi, langkah ini dinilai penting agar Indonesia tidak terjebak dalam krisis global.











