Amsakar pun meminta komitmen nyata dari para pelaku usaha besi tua agar tidak menjadi penampung dosa-dosa para pencuri fasum. “Kami minta komitmen dari pelaku usaha besi tua agar bersama-sama mengawal supaya vandalisme tidak terulang,” tambahnya.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, juga ikut “menyentil” kesadaran para pengusaha scrap. Ia mengingatkan bahwa menjadi sukses tidak harus dengan cara menampung barang haram.
“Pelaku usaha memiliki peran penting dengan tidak menerima maupun memperjualbelikan barang yang diduga berasal dari tindak pidana. Mari kita jaga sama-sama Kota Batam yang kita cintai ini Pak,” tegas Li Claudia langsung di hadapan para pengusaha.
Dari Kabel Lampu Merah Sampai Besi Underpass Pelita Jadi Sasaran
Mengapa aparat begitu geram? Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin membeberkan fakta miris di lapangan. Aksi vandalisme di Batam sudah sampai pada tahap luar biasa nekat. Mulai dari kabel lampu lalu lintas, kabel telekomunikasi, kabel perusahaan, hingga yang paling segar: pencurian besi di underpass Pelita oleh komplotan yang kerap dijuluki ‘rayap besi’.
“Kejadian ini sudah sangat mengkhawatirkan dan harus menjadi perhatian bersama. Seluruh pelaku akan diusut tuntas tanpa toleransi,” tutur Irjen Pol. Asep.













