Setelah empat bungkus nasi selesai dikemas dan siap diserahkan, pelaku tidak menunjukkan niat untuk membayar. Ia justru mengeluarkan alasan klasik untuk menjauh dari meja kasir.
“Bentar bang,” ucap pelaku sambil berjalan menuju sepeda motor yang terparkir di depan warung.
Nahas, janji untuk mengambil uang tersebut hanyalah bualan. Di atas motor, seorang rekan pelaku sudah bersiap dengan mesin menyala. Begitu bungkusan nasi berada di tangan, mereka langsung tancap gas membelah kegelapan malam, meninggalkan penjual yang tertegun kehilangan modal dan tenaga.
Video ini memicu gelombang simpati bagi pedagang nasi Padang tersebut dan kemarahan terhadap pelaku. Warganet menilai aksi memasukkan lauk ke saku celana adalah tindakan yang sangat menjijikkan sekaligus sangat merugikan bagi pedagang yang margin keuntungannya tidak seberapa.
“Kasihan penjualnya, sudah capek-capek bungkusin empat porsi, malah dicurangi sampai ke lauk-lauk di etalase. Benar-benar tega,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai penangkapan pelaku. Namun, warga Batam, khususnya para pelaku UMKM kuliner, dihimbau untuk lebih waspada terhadap pelanggan yang menunjukkan gelagat mencurigakan saat memesan dalam jumlah banyak pada jam-jam rawan.













