harris
Batammetro storyZona Headline

Tega! Pedagang Nasi Padang di Batam Kena Tipu: Sudah Pesan 4 Bungkus, Lauk di Etalase Juga Digasak ke Saku

120
×

Tega! Pedagang Nasi Padang di Batam Kena Tipu: Sudah Pesan 4 Bungkus, Lauk di Etalase Juga Digasak ke Saku

Share this article

Tega! Seorang pria di Batam terekam CCTV nekat mencuri lauk nasi Padang dengan cara dimasukkan ke saku celana. Pelaku kemudian kabur membawa 4 bungkus nasi tanpa bayar.

Aksi pelaku pencurian nasi bungkus di Batam melarikan diri menggunakan sepeda motor
Foto
banner 468x60

Setelah empat bungkus nasi selesai dikemas dan siap diserahkan, pelaku tidak menunjukkan niat untuk membayar. Ia justru mengeluarkan alasan klasik untuk menjauh dari meja kasir.

“Bentar bang,” ucap pelaku sambil berjalan menuju sepeda motor yang terparkir di depan warung.

Nahas, janji untuk mengambil uang tersebut hanyalah bualan. Di atas motor, seorang rekan pelaku sudah bersiap dengan mesin menyala. Begitu bungkusan nasi berada di tangan, mereka langsung tancap gas membelah kegelapan malam, meninggalkan penjual yang tertegun kehilangan modal dan tenaga.

BACA JUGA:  Nasib 19 Wanita dan 95 Pria yang Terjaring Operasi Subuh Narkoba di Sei Beduk Batam

Video ini memicu gelombang simpati bagi pedagang nasi Padang tersebut dan kemarahan terhadap pelaku. Warganet menilai aksi memasukkan lauk ke saku celana adalah tindakan yang sangat menjijikkan sekaligus sangat merugikan bagi pedagang yang margin keuntungannya tidak seberapa.

“Kasihan penjualnya, sudah capek-capek bungkusin empat porsi, malah dicurangi sampai ke lauk-lauk di etalase. Benar-benar tega,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.

BACA JUGA:  Kolaborasi Dua Chef Internasional Hadirkan Perayaan Natal dan Tahun Baru dengan Sentuhan Nusantara di Oakwood Grand Batam

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai penangkapan pelaku. Namun, warga Batam, khususnya para pelaku UMKM kuliner, dihimbau untuk lebih waspada terhadap pelanggan yang menunjukkan gelagat mencurigakan saat memesan dalam jumlah banyak pada jam-jam rawan.