Gudangberita.co.id, Batam – Kota Batam menjadi saksi perjalanan memilukan Septia Kurnia Rini (38), seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jember, Jawa Timur.
Septia diduga menjadi korban malapraktik di sebuah rumah sakit di Singapura dan dipulangkan melalui Batam dalam kondisi mengenaskan.
Septia, yang sudah tiga tahun bekerja di Singapura, mulai menghadapi masalah kesehatan pada September 2024.
Sebuah bisul tanpa mata muncul di selangkangannya, berwarna merah dan sangat nyeri.
Setelah obat pereda nyeri seperti Panadol tidak memberikan efek, ia memutuskan memeriksakan diri ke sebuah klinik yang kemudian merujuknya ke rumah sakit.
“Dengan ditemani adik majikan, saya pergi ke rumah sakit. Majikan saya sedang berada di Indonesia,” ujar Septia.
Ia menjalani operasi untuk menangani bisul tersebut, tetapi kondisi malah memburuk. Setelah operasi, Septia tidak sadarkan diri selama sembilan hari.
Ketika terbangun, ia menemukan tangan dan kakinya dalam kondisi terikat dan menghitam seperti membusuk.
“Saya tidak mendapat penjelasan apa pun dari petugas medis,” kata ibu dua anak ini, dengan nada kecewa.
Dipulangkan Lewat Batam
Setelah 13 hari tanpa tanda-tanda kesembuhan, majikan Septia memutuskan memulangkannya ke Indonesia. Ia dikirim melalui kapal feri menuju Batam, ditemani perwakilan dari majikannya. Di Batam, ia mendapat perawatan medis selama hampir satu bulan.







