Hingga kini, warga Rempang masih terus bertahan dan berjuang di tengah tekanan yang semakin kuat. Kasus ini menambah daftar panjang konflik agraria di Indonesia, di mana proyek strategis nasional sering kali mengorbankan hak-hak masyarakat adat dan warga kecil.
Apakah keadilan akan berpihak pada Nenek Siti Hawa? Ataukah ini hanya awal dari penggusuran sistematis yang lebih luas? Jawabannya kini tergantung pada bagaimana negara menegakkan hukum – untuk rakyat atau untuk kepentingan korporasi?













