Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, S.E., bersyukur Bachtiar dapat kembali ke Tanah Air dalam kondisi selamat dan sehat setelah melewati masa-masa sulit di laut lepas.
“Membayangkan selama lima hari terombang-ambing di laut, tanpa kesiapan, tidak ada radio komunikasi, tidak ada GPS, hingga mungkin penerangan yang tidak memadai bukanlah hal yang mudah. Maka kami tidak akan bosan-bosan mengingatkan dan mengimbau agar ketersediaan radio komunikasi, alat navigasi, dan alat keselamatan di laut lainnya menjadi hal yang wajib,” tegas Abdul Rahman.
Ia juga mengimbau para nelayan tradisional di wilayah perbatasan utara untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca perairan sebelum berangkat melaut demi mencegah kejadian serupa terulang.
Sebelum eksekusi pemulangan, SAR Natuna telah berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas dan Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepri. Pihaknya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat hingga korban berhasil kembali berkumpul bersama keluarga.














