BatamKarimunZona Headline

Misteri di Balik Penangkapan Pencatat Togel: Tumbal Perjudian atau Intervensi Tersembunyi?

4355
×

Misteri di Balik Penangkapan Pencatat Togel: Tumbal Perjudian atau Intervensi Tersembunyi?

Share this article
Pengacara dari Kantor Hukum NG & Associates Law Firm yang menangani kasus ini menyatakan bahwa Kolek mungkin menjadi "tumbal" dari praktik perjudian di Karimun.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Karimun – Kasus penangkapan Tjeng Kok Lie alias Kolek (70), yang merupakan seorang pencatat togel di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau menarik diulas sejak kejadian pada 3 Mei lalu. Di balik kasus ini terdapat sejumlah fakta yang mungkin belum banyak diketahui publik.

Salah satunya soal dugaan intervensi petugas kepada keluarga Kolek terkait besuk. Keluarga Kolek dilarang untuk membesuknya dengan sejumlah alasan yang menurut mereka membingungkan. Apa motif di balik larangan ini?

BACA JUGA:  Sidak Proyek Drainase Batam, Wawako Li Claudia Sentil Galian "Tanpa Data" dan Minta BP Batam Tak Jalan Sendiri

Selain itu, ada ancaman dari bandar togel terhadap Kolek dan keluarganya agar kasus tersebut cukup berhenti sampai di situ saja. Lalu bagaimana jejak bandar besar di balik praktik perjudian ini?

Menariknya lagi, Tjeng Kok Lie alias Kolek merupakan satu-satunya tersangka dalam kasus ini, sementara bos besarnya hingga kini belum tersentuh jeratan hukum.

BACA JUGA:  Bentrok Lahan Berdarah di Jembatan 4 Setokok Batam, 2 Orang Dilaporkan Tewas

Pengacara dari Kantor Hukum NG & Associates Law Firm yang menangani kasus ini menyatakan bahwa Kolek mungkin menjadi “tumbal” dari praktik perjudian di Karimun.

“Pak Kolek dipaksa buka aktivitas judi togel sampai lewat pukul 17:00 WIB, padahal jam tutupnya sebenarnya pukul 15:00 WIB. Dia dipaksa oleh koordinator di lapangan dan kemudian ditangkap,” ungkap salah satu Kuasa Hukum Kolek, Naga Suyanto.

BACA JUGA:  Bareskrim Polri Penggerebekan Kelab Malam di Batam: 32 Orang Diamankan, Manajemen Diduga Terlibat Narkoba

Selanjutnya: Pengacara bicara soal dugaan bekingan oknum aparat