NatunaZona Headline

“Kasihan yang Tak Punya Kulkas,” Curhat Pilu Orang Tua di Natuna Lihat Menu MBG Anaknya

317
×

“Kasihan yang Tak Punya Kulkas,” Curhat Pilu Orang Tua di Natuna Lihat Menu MBG Anaknya

Share this article
Penampakan menu MBG untuk kelas 3 SD di Bunguran Timur Laut, Natuna.
banner 468x60

Kepala BGN, Dadan Hindayana, sebelumnya menegaskan bahwa menu untuk sekolah non-asrama selama Ramadan diberikan dalam bentuk paket kemasan sehat yang dibawa pulang.

“Rekomendasi menu meliputi telur asin, abon, dendeng kering, buah, atau makanan khas lokal lainnya yang tahan lama,” ujar Dadan. Munculnya menu “puding vla” di Natuna dinilai menyalahi prinsip ketahanan pangan tersebut karena sifatnya yang cepat asam jika tidak disimpan di pendingin.

BACA JUGA:  Kerja Sama Natuna–Hainan: Angin Segar Bagi UMKM dan Pelaku Usaha Lokal

Menanggapi isu miring soal nilai makanan, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik S. Deyang, memberikan klarifikasi terkait rincian anggaran MBG.

Ia menjelaskan bahwa anggaran per porsi (Rp13.000 untuk SD kelas 1-3) memang tidak semuanya lari ke bahan baku. Berikut adalah rincian alokasinya:

Rp8.000 – Rp10.000: Khusus untuk bahan baku makanan.

BACA JUGA:  Tiga Pekan Diselimuti Kabut Asap Karhutla Kalimantan, Sekolah di Serasan Natuna Meliburkan Siswa dan 52 Warga Kena ISPA

Rp3.000: Biaya operasional (listrik, gas, insentif relawan, transportasi).

Rp2.000: Sewa lahan, bangunan dapur (SPPG), dan peralatan masak modern.

“Kami tetap terbuka terhadap masukan maupun pelaporan apabila terdapat indikasi menu MBG yang dinilai kurang dari alokasi anggaran yang telah ditetapkan,” tegas Nanik.

Sebagai informasi, pendistribusian MBG selama Ramadan 2026 telah dimulai secara serempak pada 23 Februari 2026. Program ini memang sempat dihentikan sementara pada awal puasa (18-22 Februari) untuk penyesuaian teknis.

BACA JUGA:  Imbas Kerugian Menahun, Tarif Air Perumda Tirta Nusa Natuna Resmi Naik: Siapa Saja yang Terdampak?