“Dari 500 hektar itu kami akan pecah-pecah dan akan kita berikan masing-masing 500 meter. Dan langsung sertifikat. Di situ pun akan ada bangunan , sarana untuk masyarakat seperti pendidikan, kesehatan. Kami juga koordinasi dengan KKP untuk bisa dibangun dermaga nelayan,” terang Hadi.
Hadi juga menjanjikan beasiswa pendidikan ke China bagi putra-putri yang tinggal di 15 titik di Pulau Rempang. Mereka akan dididik agar bisa bekerja di pabrik kaca yang rencananya berdiri di pulau tersebut. Sebelumnya, diberitakan Xinyi Group asal China bakal mendirikan pabrik di Batam.
“Rata-rata mereka senang dengar penjelasan saya. Gubernur, wali kota tanggal 8 sudah melakukan pematokan, 150 patok dan tidak ada masalah. Tapi beberapa hari kemudian terjadi masalah,” ungkapnya.
Hadi menyebut pihaknya akan datang langsung ke sana untuk menemui masyarakat. Tujuannya menanyakan kembali apakah penawaran yang diberikan pemerintah bisa diterima oleh masyarakat atau tidak.













