Selain memasukkan sabu dalam dubur, TC (35) ternyata pakai identitas palsu di Bandara. Identitas palsu itu dipakai saat terbang dari Batam menuju Jakarta lalu sambung ke Bangka Belitung.
“Dari Batam pelaku menggunakan salah satu maskapai pesawat dengan modus menggunakan identitas palsu, yakni identitasnya berbeda antara tiket dengan KTP,” kata Muttaqien.
Setelah lolos ke Jakarta pakai identitas palsu, pelaku kembali lanjut ke Pangkalpinang. Sedangkan paket sabu yang dimasukkan ke dalam dubur dibagi menjadi 3 bagian.
“Pelaku berusaha mengelabui petugas dengan cara memalsukan identitas dan membawa narkoba jenis sabu yang dibalut plastik licin ke dalam dubur. Total dibagi menjadi 3 bungkus,” tegasnya.
Alih-alih dikira sukses mengelabui petugas, pelaku tiba di Bandara Depati Amir Kota Pangkalpinang, Bangka langsung diringkus tim Gabungan BNN Babel. Pelaku diringkus setelah mengeluarkan sabu dari di duburnya.












