NatunaZona Headline

5 Fakta Memilukan Tragedi Anak Tenggelam di Pantai Piwang Natuna

213
×

5 Fakta Memilukan Tragedi Anak Tenggelam di Pantai Piwang Natuna

Share this article
Kapolsek Bunguran Timur, AKP Nellay Boy turut mengevakuasi korban tenggelam ke RSUD Natuna. (Foto: Gudangberita)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Insiden tenggelamnya sekelompok anak di Pantai Piwang, Ranai, pada Kamis (14/5/2026) menyisakan duka mendalam bagi warga Natuna.

Peristiwa yang terjadi di tengah momen libur nasional ini menjadi perhatian luas setelah melibatkan operasi SAR gabungan yang cukup dramatis.

Berikut adalah 5 fakta penting terkait musibah tersebut yang berhasil dirangkum tim redaksi:

  1. Liburan Berujung Petaka bagi 6 Sekawan
BACA JUGA:  Gema Takbir di Bibir Pantai, Jemaah Muhammadiyah Natuna Tunai Sholat Id di Pantai Piwang

Peristiwa memilukan ini bermula saat enam orang bocah yang merupakan teman satu sekolah di SD 004 Sual, Ranai, memutuskan untuk bermain air di Pantai Piwang. Niat hati mengisi waktu libur panjang nasional, mereka justru terseret arus kuat yang muncul secara tiba-tiba di kawasan pesisir tersebut.

  1. Dua Korban Dinyatakan Meninggal Dunia
BACA JUGA:  Basah Kuyup Berbalut Seragam, Kapolres Natuna Terjang Pantai Piwang Evakuasi Bocah Tenggelam

Dari total enam anak yang terseret arus, empat orang berhasil selamat melalui upaya pertolongan warga dan tim gabungan. Namun, takdir berkata lain bagi dua bocah bernama Rayyan dan Muhammad Okta Ferdinan (8). Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sempat dinyatakan hilang dalam sapuan arus laut.

  1. Kapolres Natuna Turun Langsung dalam Kondisi Basah Kuyup
BACA JUGA:  Teror di Bukit Abun: Warga Dabo Singkep Tangkap Terduga Pelaku Percobaan Pembakaran Rumah

Ada pemandangan yang menyita perhatian saat proses evakuasi. Kapolres Natuna, AKBP Novyan Aries Efendie, turun langsung ke laut untuk mencari dan mengevakuasi korban. Tanpa mempedulikan seragam dinasnya yang basah kuyup, pimpinan tertinggi kepolisian di Natuna ini ikut berjibaku bersama personel gabungan lainnya di tengah ombak.