“Motifnya adalah cemburu. Pelaku menduga korban memiliki hubungan khusus dengan adiknya sendiri. Padahal, korban hanya meminta bantuan dicarikan tempat tinggal karena sering dikurung oleh pelaku,” jelas Kombes Pol. Nona.
Berdasarkan pemeriksaan, aksi keji yang terjadi pada 26 April 2026 ini sudah direncanakan secara matang. Berikut poin-poin kekejaman pelaku sebelum mengubur korban:
Sifat Posesif Ekstrem: Korban Diana merasa tidak tahan dengan sifat Jaka yang sangat kasar, sering mengurung korban di dalam rumah, serta melarangnya bergaul dengan dunia luar.
Minta Bantuan Berujung Petaka: Karena merasa terancam, Diana meminta bantuan BS (adik pelaku) untuk mencarikan rumah kontrakan baru agar bisa keluar dari lingkaran setan tersebut. Namun, niat baik itu disalahtafsirkan oleh Jaka sebagai perselingkuhan.
Dicekoki Miras: Sebelum mencekik korban hingga tewas, Jaka terlebih dahulu mencekoki istri sirinya dengan minuman beralkohol hingga kondisinya lemah dan tak berdaya untuk melawan.
Atas tindakan sadis yang berencana ini, Jaka kini terancam dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.













