Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak berwajib, aksi pembakaran itu bermula dari cekcok antara pasangan suami istri tersebut pada Sabtu (8/6).
Saat itu, FN sempat menanyakan kepada sang suami perihal gaji ke-13 yang hanya tersisa sebanyak Rp 800 ribu. Ia pun bertanya soal penggunaan gaji ke-13 itu kepada sang suami.
Namun, sebelum percekcokan terjadi, ternyata FN telah lebih dulu membeli bensin dalam botol plastik dan membawanya pulang ke rumahnya di asrama polisi.
FN sempat memfoto botol berisi bensin itu dan mengancam sang suami akan membakar anak mereka bila RDW tak kunjung pulang.
Singkat cerita, cekcok antara suami istri itu tak terelakan dan berujung pada aksi pembakaran yang dilakukan FN terhadap korban.
“Ya kejengkelan istri itu tadi. Karena memang perilaku almarhum ini menghabiskan uang yang harusnya dipakai untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dipakai untuk main judi online,” ucap Dirmanto.














