JakartaNusantaraZona Headline

Kasus Satu Keluarga Tewas Loncat dari Gedung Tinggi di Jakarta, Polisi: Tangan Terikat

571
×

Kasus Satu Keluarga Tewas Loncat dari Gedung Tinggi di Jakarta, Polisi: Tangan Terikat

Share this article
Ilustrasi. (Foto: iStock)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Jakarta – Polisi mengungkap empat orang yang merupakan satu keluarga tewas jatuh dari lantai 22 apartemen di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut), dalam kondisi tangan terikat. Polisi menyebut tangan keempatnya saling terikat tali.

“Pada saat terjatuh itu masih dalam kondisi EA dan JL terikat tangannya dengan tali yang sama, AEL terikat tali yang sama dengan JWA, ikatan tali tersebut mengikat,” kata Kapolsek Metro Penjaringan Kompol Agus Ady Wijaya kepada wartawan, Selasa (12/3/2024).

BACA JUGA:  Tragedi Pantai Piwang: Kepulangan yang Memilukan, Dua Kursi Kosong di Kelas 5 SD 004 Sual

Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban hingga akhirnya membuat mereka meninggal dunia di lokasi kejadian. Luka itu akibat benturan karena mereka melompat dari lantai 22 apartemen.

“Disampaikan luka-luka itu mengalami luka kepala, kepalanya pecah di bagian belakang, patah-patah di sekujur tubuh, kedua tangan dan kaki patah-patah,” jelasnya

BACA JUGA:  WFH ASN Natuna Berlaku Pekan Depan, Ini Daftar Instansi Pelayanan yang Tetap Wajib 'Ngantor'

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (9/3). Keempat korban itu adalah pria EA (50), perempuan AIL serta dua remaja laki-laki JWA (13) dan remaja wanita JL (16).

Diduga Bunuh Diri

Empat orang tersebut diketahui melompat dari lantai 22 apartemen. Polisi menyebut keempat korban tersebut diduga bunuh diri.

“Empat mayat tersebut meninggal dunia akibat bunuh diri lompat dari lantai 22 apartemen,” kata Kapolres Metro Jakut, Kombes Gidion, Sabtu (9/3/2024).