Gudangberita.co.id, Batam – Enam bulan pasca-longsor hebat yang menghantam Jalan Bengkong Baru pada 11 Agustus 2025 lalu, kondisi lokasi tersebut kini memprihatinkan. Alih-alih mendapatkan perbaikan permanen pasca-tinjauan sejumlah pejabat tinggi, kawasan ini justru terbengkalai dan berubah menjadi “wisata air terjun” lumpur yang membahayakan pengguna jalan.
Pantauan di lokasi pada Kamis (19/2/2026), hujan deras yang mengguyur Batam seharian membuat sisa-sisa reruntuhan tebing mengalirkan air deras layaknya air terjun. Namun, bukan keindahan yang didapat, melainkan ancaman keselamatan karena aliran air tersebut membawa material batu kerikil dan tanah liat langsung ke badan jalan utama.
Baca juga: Li Claudia Janji Evaluasi Izin Pembangunan Pasca Retaining Wall Longsor di Jalan Bengkong Baru
Kondisi ini memicu pertanyaan warga terkait komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan BP Batam. Pasalnya, saat kejadian setahun lalu, Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, turun langsung ke lokasi didampingi Kadis DBMSDA Suhar.
Kala itu, Li Claudia dengan tegas menjanjikan langkah cepat penanganan, evaluasi teknis retaining wall (dinding penahan tanah), hingga penertiban izin bangunan yang merusak lingkungan. Namun, hingga Februari 2026, janji “langkah cepat” tersebut tampak menguap, meninggalkan bekas longsoran yang kian tergerus air hujan.













