BatamZona Headline

Janji Manis Penanganan Longsor Bengkong Baru: Setengah Tahun Terbengkalai, Kini Jadi ‘Wisata Air Terjun’ Lumpur

69
×

Janji Manis Penanganan Longsor Bengkong Baru: Setengah Tahun Terbengkalai, Kini Jadi ‘Wisata Air Terjun’ Lumpur

Share this article
Potret terbengkalainya reruntuhan retaining wall di Bengkong Baru yang tak kunjung diperbaiki sejak Agustus 2025. Aliran air hujan membawa material batu dan tanah liat langsung ke jalan utama, mengancam keselamatan pengendara yang lewat, Kamis (19/2/2026).
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Enam bulan pasca-longsor hebat yang menghantam Jalan Bengkong Baru pada 11 Agustus 2025 lalu, kondisi lokasi tersebut kini memprihatinkan. Alih-alih mendapatkan perbaikan permanen pasca-tinjauan sejumlah pejabat tinggi, kawasan ini justru terbengkalai dan berubah menjadi “wisata air terjun” lumpur yang membahayakan pengguna jalan.

Pantauan di lokasi pada Kamis (19/2/2026), hujan deras yang mengguyur Batam seharian membuat sisa-sisa reruntuhan tebing mengalirkan air deras layaknya air terjun. Namun, bukan keindahan yang didapat, melainkan ancaman keselamatan karena aliran air tersebut membawa material batu kerikil dan tanah liat langsung ke badan jalan utama.

BACA JUGA:  Rekor Ramadan: Maxim Indonesia Guyur 50.000 Driver dengan Bonus Hari Raya

Baca juga: Li Claudia Janji Evaluasi Izin Pembangunan Pasca Retaining Wall Longsor di Jalan Bengkong Baru

Kondisi ini memicu pertanyaan warga terkait komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan BP Batam. Pasalnya, saat kejadian setahun lalu, Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, turun langsung ke lokasi didampingi Kadis DBMSDA Suhar.

BACA JUGA:  Banjir Masih Mengancam, Underpass Pelita Malah Sibuk Berhias Taman Vertikal

Kala itu, Li Claudia dengan tegas menjanjikan langkah cepat penanganan, evaluasi teknis retaining wall (dinding penahan tanah), hingga penertiban izin bangunan yang merusak lingkungan. Namun, hingga Februari 2026, janji “langkah cepat” tersebut tampak menguap, meninggalkan bekas longsoran yang kian tergerus air hujan.