
Terbengkalainya perbaikan tebing ini berdampak langsung pada keselamatan publik. Para pengendara harus ekstra waspada saat melintasi jalur dari Simpang Empat Bengkong menuju Bengkong Laut karena jalanan yang licin dan penuh material longsoran.
“Ngeri juga lewat jalan Bengkong itu, takut selip atau tersandung batu longsoran. Apalagi kalau hujan deras begini, air terjunnya bawa tanah liat ke jalan,” ungkap Agus, seorang pekerja perbankan yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.
Pada Agustus 2025, Li Claudia sempat menegaskan bahwa keselamatan warga jauh lebih penting daripada keuntungan sesaat. Ia bahkan menginstruksikan pencabutan izin bagi pengembang yang melanggar aturan teknis penahan tanah.
“Jika izin diberikan tapi tidak sesuai pemanfaatannya, kami akan cabut. Keselamatan warga jauh lebih penting,” tegas Li Claudia saat itu.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan belum adanya pengerjaan fisik yang berarti untuk membangun kembali dinding penahan tanah yang amblas.
Baca juga: Retaining Wall di Bengkong Baru Jebol Akibat Hujan Deras, Arus Lalu Lintas Batam Dialihkan
Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan seremonial tinjauan lapangan, tetapi benar-benar merealisasikan perbaikan sebelum memakan korban jiwa.













