BatamZona Headline

Janji Manis Penanganan Longsor Bengkong Baru: Setengah Tahun Terbengkalai, Kini Jadi ‘Wisata Air Terjun’ Lumpur

72
×

Janji Manis Penanganan Longsor Bengkong Baru: Setengah Tahun Terbengkalai, Kini Jadi ‘Wisata Air Terjun’ Lumpur

Share this article
Potret terbengkalainya reruntuhan retaining wall di Bengkong Baru yang tak kunjung diperbaiki sejak Agustus 2025. Aliran air hujan membawa material batu dan tanah liat langsung ke jalan utama, mengancam keselamatan pengendara yang lewat, Kamis (19/2/2026).
banner 468x60
Wakil Kepala BP Batam & Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra saat meninjau longsoran retaining wall di Bengkong Baru pada Agustus 2025 lalu. (Foto: BP Batam)

Terbengkalainya perbaikan tebing ini berdampak langsung pada keselamatan publik. Para pengendara harus ekstra waspada saat melintasi jalur dari Simpang Empat Bengkong menuju Bengkong Laut karena jalanan yang licin dan penuh material longsoran.

“Ngeri juga lewat jalan Bengkong itu, takut selip atau tersandung batu longsoran. Apalagi kalau hujan deras begini, air terjunnya bawa tanah liat ke jalan,” ungkap Agus, seorang pekerja perbankan yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.

BACA JUGA:  Ledakan Penduduk Batam 3,2 Persen per Tahun, Pemko Resmikan Aturan Baru Pelayanan Kependudukan

Pada Agustus 2025, Li Claudia sempat menegaskan bahwa keselamatan warga jauh lebih penting daripada keuntungan sesaat. Ia bahkan menginstruksikan pencabutan izin bagi pengembang yang melanggar aturan teknis penahan tanah.

“Jika izin diberikan tapi tidak sesuai pemanfaatannya, kami akan cabut. Keselamatan warga jauh lebih penting,” tegas Li Claudia saat itu.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan belum adanya pengerjaan fisik yang berarti untuk membangun kembali dinding penahan tanah yang amblas.

BACA JUGA:  80 Kendaraan Hias Serbu Batam Centre Malam Ini, Cek Rutenya Biar Gak Ketinggalan

Baca juga: Retaining Wall di Bengkong Baru Jebol Akibat Hujan Deras, Arus Lalu Lintas Batam Dialihkan

Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan seremonial tinjauan lapangan, tetapi benar-benar merealisasikan perbaikan sebelum memakan korban jiwa.