OpiniPerspektifZona Headline

“IQ Rendah”: Ketika Bangsa Besar Dicoba Diperkecil oleh Angka Kecil

151
×

“IQ Rendah”: Ketika Bangsa Besar Dicoba Diperkecil oleh Angka Kecil

Share this article
Peta Indonesia. (Foto: Ilustrasi)
banner 468x60

Bahkan para psikolog dunia pun sudah lama mengingatkan: IQ nasional adalah konsep yang rapuh secara teoritis dan sangat bergantung pada kondisi lingkungan.

Nutrisi mempengaruhi IQ. Akses pendidikan mempengaruhi IQ. Stunting mempengaruhi IQ. Kualitas sekolah mempengaruhi IQ.

Dan semua itu adalah faktor yang bisa diperbaiki bukan bukti bahwa suatu bangsa “kurang cerdas”.

BACA JUGA:  81 Tahun Merdeka, Belum Sepenuhnya Setara: Pendidikan Inklusif Sebagai Upaya Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur

Pertanyaan yang Tak Pernah Mereka Jawab

Jika benar bangsa ini “ber-IQ rendah”, tolong jawab satu hal: Mengapa diaspora Indonesia bekerja sebagai peneliti, insinyur, ekonom, dokter, akademisi, dan profesional kelas dunia di negara-negara maju?

Mengapa perusahaan global merekrut talenta Indonesia dalam jumlah besar? Mengapa inovasi digital lahir dari ekosistem anak muda Indonesia? Mengapa universitas internasional menerima pelajar Indonesia setiap tahun tanpa henti? Narasi inferioritas mereka runtuh oleh fakta.

BACA JUGA:  Literasi Bukan Sekadar Soal Anggaran

Masalah Indonesia Bukan Kecerdasan, Tetapi Akses

Yang kita hadapi adalah persoalan pemerataan pendidikan, gizi anak, teknologi, literasi, dan daya dukung ekonomi.

Begitu akses dibuka, kualitas bangsa ini melonjak. Ketika ruang diberikan, anak bangsa bukan hanya bisa bersaing, mereka bisa unggul.

Melawan dengan Ketegasan Intelektual, Bukan Emosi