Ape KesahOpiniZona Headline

“IQ Rendah”: Ketika Bangsa Besar Dicoba Diperkecil oleh Angka Kecil

128
×

“IQ Rendah”: Ketika Bangsa Besar Dicoba Diperkecil oleh Angka Kecil

Share this article
Peta Indonesia. (Foto: Ilustrasi)
banner 468x60

Bahkan para psikolog dunia pun sudah lama mengingatkan: IQ nasional adalah konsep yang rapuh secara teoritis dan sangat bergantung pada kondisi lingkungan.

Nutrisi mempengaruhi IQ. Akses pendidikan mempengaruhi IQ. Stunting mempengaruhi IQ. Kualitas sekolah mempengaruhi IQ.

Dan semua itu adalah faktor yang bisa diperbaiki bukan bukti bahwa suatu bangsa “kurang cerdas”.

BACA JUGA:  Misteri Identitas 'Fitri alias Diana', Istri Keenam yang Tewas di Setajam Tanpa Selembar KTP

Pertanyaan yang Tak Pernah Mereka Jawab

Jika benar bangsa ini “ber-IQ rendah”, tolong jawab satu hal: Mengapa diaspora Indonesia bekerja sebagai peneliti, insinyur, ekonom, dokter, akademisi, dan profesional kelas dunia di negara-negara maju?

Mengapa perusahaan global merekrut talenta Indonesia dalam jumlah besar? Mengapa inovasi digital lahir dari ekosistem anak muda Indonesia? Mengapa universitas internasional menerima pelajar Indonesia setiap tahun tanpa henti? Narasi inferioritas mereka runtuh oleh fakta.

BACA JUGA:  Amsakar Achmad Cuti Haji, Li Claudia Chandra Segera Pegang Tongkat Komando Batam

Masalah Indonesia Bukan Kecerdasan, Tetapi Akses

Yang kita hadapi adalah persoalan pemerataan pendidikan, gizi anak, teknologi, literasi, dan daya dukung ekonomi.

Begitu akses dibuka, kualitas bangsa ini melonjak. Ketika ruang diberikan, anak bangsa bukan hanya bisa bersaing, mereka bisa unggul.

Melawan dengan Ketegasan Intelektual, Bukan Emosi