KepriOpiniPendidikan

IPLM Kepulauan Riau: Antara Penurunan Angka, Perubahan Instrumen, dan Tantangan Adaptasi Kebijakan Literasi

106
×

IPLM Kepulauan Riau: Antara Penurunan Angka, Perubahan Instrumen, dan Tantangan Adaptasi Kebijakan Literasi

Share this article

Oleh: Harken, Ketua Pengurus Wilayah Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) Kepulauan Riau

Harken
banner 468x60

Dalam konteks ini, penurunan IPLM 2025 seharusnya dibaca sebagai alarm. Bukan alarm kegagalan masyarakat, melainkan alarm ketidaksiapan kebijakan.

Lalu, apa yang harus dilakukan?

Pertama, pemerintah pusat perlu menyediakan bridging data, yaitu data transisi yang menghubungkan metode lama dan baru. Tanpa ini, perbandingan antar tahun menjadi tidak valid dan berpotensi menyesatkan.

BACA JUGA:  Inflasi Kepri Tembus 3,92%, Lampaui Nasional: Ini Daftar Harga Kebutuhan yang Meroket

Kedua, sosialisasi indikator baru harus dilakukan secara masif dan sistematis. Pemerintah daerah, pegiat TBM, akademisi, sektor swasta, hingga masyarakat perlu memahami apa yang berubah dan bagaimana menyesuaikannya.

Ketiga, penguatan kapasitas daerah menjadi keharusan. Tidak semua daerah memiliki kemampuan yang sama dalam mengelola data berbasis dampak. Tanpa pendampingan, kesenjangan akan semakin lebar.

BACA JUGA:  PPDB Batam 2026: Anak Belum Punya KIA Tetap Bisa Daftar Sekolah, Cek Jadwal Lengkap SPMB SD-SMP Disini!

Keempat, ekosistem literasi berbasis komunitas harus diperkuat. TBM tidak boleh dipandang sebagai pelengkap, tetapi sebagai ujung tombak. Di sanalah literasi hidup, tumbuh, dan berdampak langsung pada masyarakat.

Kelima, literasi harus diintegrasikan dalam kebijakan lintas sektor. Ia tidak bisa berdiri sendiri sebagai program perpustakaan semata. Pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, bahkan pembangunan desa harus menjadikan literasi sebagai fondasi.