Dugaan keracunan ini semakin kompleks karena efeknya tidak hanya menyasar siswa. Beberapa warga dewasa turut dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi sisa makanan milik cucu mereka, membuktikan bahwa tingkat toksisitas pada hidangan tersebut cukup tinggi.
Skala keracunan yang masif ini sempat melumpuhkan pelayanan normal di RSUD Palmatak. Dengan 112 pasien yang masuk dalam waktu hampir bersamaan, pihak rumah sakit terpaksa menerapkan protokol darurat. Foto dan video yang beredar menunjukkan satu ranjang medis harus diisi oleh dua pelajar demi memastikan semua korban mendapatkan akses infus.
Langkah cepat diambil oleh aparat kepolisian yang mengerahkan armada patroli untuk mengevakuasi korban dari pelosok desa ke RSUD maupun Puskesmas Siantan Tengah. Sekretaris Daerah (Sekda) Anambas, Sahtiar, yang memantau langsung di lokasi, menuntut adanya transparansi dalam proses investigasi ini.
Publik kini menanti jawaban pasti mengenai penyebab “racun” di balik menu gratis tersebut. Insiden di Anambas ini menjadi peringatan keras bagi pengelola program MBG di tingkat lokal maupun nasional untuk memperketat pengawasan terhadap pihak penyedia jasa boga (catering).
Berikut data sebaran korban hingga Rabu malam:













