Debat uji gagasan
Debat dikatakannya adalah uji gagasan. Dikatakannya lagi hal ini dibutuhkan untuk menilai seberapa jauh kandidat itu memahami visi dan misinya.
“Dalam debat kita bisa nilai kapasitas dari kandidat itu. Debat juga harus punya skill tertentu, harus siapkan dengan matang. Tapi kalau memang nggak ada kapasitas, mau dilatih bagaimana pun gak akan bisa prima,” ucapnya.
Gibran copycat Jokowi?
Menurut Hamdi lagi, soal persepsi Gibran copycat Jokowi menurutnya suka nggak suka sah-sah saja bahwa gibran punya posisi sebagai penerus Jokowi.
Menurutnya hal yang jamak di berbagai negara ada kepala negara yang merupakan putra presiden. “Seperti George Bush di AS dan di Filipina Qurazon Aquino bapaknya juga presiden, termasuk yang sekarang anaknya Markos,” sebut Hamdi.
Hanya saja antara Gibran dan Jokowi menurutnya tidak bisa disimplifikasikan mirip 100%.
“Di psikologi nggak ada orang yang mirip 100% walau anak ke bapak. Manusia itu unik dan beda personality. Tapi kalau branding Prabowo Gibran dalam political positioning meneruskan legacy Jokowi-Ma’ruf Amin wajar. Tapi kalau Gibran itu Jokowi 100% nggak juga. Manusia itu (punya) keunikan masing-masing dalam ilmu psikologi. Mungkin dipengaruhi hasil didikan orangtua dan sebagainya,” terangnya.













