Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Batam sekaligus Ketua Tim Task Force Persampahan, Yusfa Hendri, mengungkap rencana pembangunan tiga TPS baru lengkap dengan incinerator. Fasilitas ini diharapkan mampu mengurai penumpukan sampah di kawasan padat penduduk, dengan pembiayaan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).
Di sisi lain, Pemko Batam juga telah menambah 14 unit armada armroll truk baru pada 2025 dan merencanakan pengadaan satu unit buldozer tambahan. Namun, penampakan gunung sampah di atas truk di jalan raya menunjukkan bahwa persoalan persampahan Batam masih berada pada fase krisis yang membutuhkan solusi cepat dan konsisten.
Warga pun berharap, status darurat yang dicanangkan Pemko Batam tidak berhenti pada rapat dan regulasi semata, tetapi benar-benar bermuara pada perbaikan sistem pengangkutan, peremajaan armada, dan berakhirnya “gunung sampah jalanan” di Kota Batam.













