Hadirnya PLTS Terapung 200 MWp ini menjadi pendukung utama bagi operasional data center skala besar, termasuk proyek raksasa DayOne yang baru saja menyepakati kerja sama listrik sebesar 511 MVA.
“Kesiapan infrastruktur energi yang andal dan ramah lingkungan adalah kunci utama. Masuknya proyek pusat data berskala besar membuktikan bahwa Batam siap menjadi hub digital dunia dengan sokongan energi hijau,” tegas Amsakar.
Investasi energi terbarukan ini juga disambut positif oleh pelaku industri global. CEO PT Digitalland Service One (DayOne), Jamie Khoo, menyebutkan bahwa komitmen Batam terhadap infrastruktur berkelanjutan memperkuat posisi kota ini dalam model SIJORI (Singapura, Johor, Batam).
“Pengembangan berkelanjutan di Batam sangat strategis bagi ekosistem regional kami. Kapasitas layanan data center berperforma tinggi membutuhkan dukungan energi yang juga berkelanjutan,” ungkap Jamie.
Dengan memanfaatkan luas genangan waduk yang ada di Batam untuk panel surya terapung, proyek ini diharapkan dapat:
Mengurangi Emisi Karbon: Menjadi role model dekarbonisasi di tingkat nasional.
Efisiensi Lahan: Memanfaatkan area permukaan air tanpa menggusur kawasan hutan atau pemukiman.
Kemandirian Energi: Menjamin pasokan listrik jangka panjang bagi industri teknologi tinggi.













