BatamBatam Punya CeritaZona Headline

Fakta Mengejutkan Sekaligus Mengherankan Diungkap Ombudsman RI di Rempang

364
×

Fakta Mengejutkan Sekaligus Mengherankan Diungkap Ombudsman RI di Rempang

Share this article
Ibu-ibu di Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam menolak relokasi. (Foto: ist)
banner 468x60

Lagat menyampaikan agar BP Batam melakukan dialog kepada masyarakat, tokoh adat tanpa melibatkan simbol aparat dan keamanan yang mempengaruhi psikologis warga “Warga trauma dengan oknum aparat berseragam yang berkeliaran di daerah itu,” ucapnya.

Pemko Batam diminta jamin stabilitas ekonomi dan pasokan pangan

Pemko atau BP Batam menurut Lagat harus terlibat aktif menjamin stabilitas ekonomi warga setempat saat ini dengan menjamin pasokan pangan.

BACA JUGA:  LIRA Batam Desak Menimpas Copot Kakanim Batam Buntut Dugaan Pemerasan Wisman

“Karena kami kumpulkan informasi jika di Sembulang terjadi gangguan pasokan pangan. Pemasok khawatir kampung itu digusur jadi mereka sudah tidak masuk ke wilayah itu. Warga akhirnya membeli membeli bahan pangan agak jauh dan akhirnya mahal,” ujarnya.

Minta bebaskan warga yang ditahan polisi, tak hanya ditangguhkan

Ombudsman RI juga meminta polisi membebaskan atau penahanan bagi warga yang ditahan khususnyanya saat bentrokan di Rempang tanggal 7 Septeber lalu maupun demo tanggal 11 September.

BACA JUGA:  Polres Natuna Masih Lakukan Penyidikan Mendalam Terkait Kasus Pembobolan Toko Emas Rp4 Miliar

“Walau pun sebagian dari aksi tanggal 7 lalu ditangguhkan, kami minta dibebaskan. Karena kami melihat tidak ada urgensinya warga ditahan, kecuali yang terlibat pidana lainnya,” ucap Lagat.

Minta pemerintah tegaskan ada atau tidaknya relokasi, kehidupan warga terganggu