Gudangberita.co.id, Natuna – Perkebunan kelapa di Natuna menghadapi ancaman serius! Data terbaru menunjukkan bahwa dalam satu dekade terakhir, luas lahan dan produksi kelapa di daerah ini menyusut drastis.
Jika pada tahun 2014 Natuna memiliki 14.006 hektar perkebunan kelapa dengan produksi 6.012.000 kg, kini angka tersebut merosot tajam hingga hanya tersisa 4.877 hektar dengan produksi 3.303.606 kg.
Ini berarti Natuna kehilangan lebih dari 9.129 hektar lahan kelapa dan 2.708.394 kg (2708 ton) produksi dalam kurun waktu 10 tahun.
Tiga Penyebab Utama Anjloknya Produksi Kelapa di Natuna
Menurut Direktur Natuna Institute dan Ketua DPC Projo Natuna, Hermawan, ada tiga faktor utama yang menyebabkan kemerosotan drastis ini:
- Metode Pertanian yang Masih Tradisional
Mayoritas petani kelapa di Natuna masih menggunakan cara konvensional dalam bercocok tanam, sehingga produktivitasnya rendah. Sebagai perbandingan, rata-rata hasil panen di Natuna hanya 678 kg/hektar, jauh di bawah Kabupaten Lingga yang mampu mencapai 989 kg/hektar dengan luas lahan lebih kecil.
- Menyusutnya Tenaga Kerja Pertanian
Salah satu tantangan besar adalah minimnya regenerasi petani. Generasi muda, terutama Gen Z dan Y, kurang berminat terjun ke sektor pertanian, sementara petani yang ada saat ini mayoritas sudah berusia lanjut.













