BatamPendidikanZona Headline

Fakta Mengejutkan Ombudsman: Puluhan Anak Disabilitas Ditolak Sekolah di Batam

106
×

Fakta Mengejutkan Ombudsman: Puluhan Anak Disabilitas Ditolak Sekolah di Batam

Share this article
Sekolah Luar Biasa (SLB). (Foto: Ilustrasi)
banner 468x60

Dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar 18 November 2025 dan melibatkan 11 instansi, Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Dr. Lagat Siadari, menegaskan bahwa persoalan ini bukan lagi masalah internal sekolah, tetapi darurat layanan publik yang wajib ditangani pemerintah. Ia menyebut krisis ini berpotensi menghambat implementasi pendidikan inklusif yang dijamin UU 8/2016.

BACA JUGA:  Sidang Lanjutan Pembunuhan Berencana Calon LC Batam Digelar 3 Agustus 2026, 4 Pelaku Terancam Hukuman Mati

Dinas Pendidikan Kepri mengakui keterbatasan ruang dan menyebut dalam dua tahun terakhir banyak calon siswa terpaksa ditolak karena kapasitas penuh. Sementara itu, Komisi IV DPRD Kepri menyoroti pertumbuhan penduduk Batam sebesar 2,3 persen yang membuat kebutuhan SLB semakin mendesak.

Komite sekolah, orang tua, dan perwakilan organisasi penyandang disabilitas juga memaparkan kondisi di lapangan, termasuk ruang yang tidak standar dan bangunan baru di Sei Beduk yang belum memenuhi ketentuan teknis.

BACA JUGA:  Batam Buka Pintu Sektor AI & Digital, Medan Siap Pasok Ribuan Tenaga Kerja Terampil

Pemprov Kepri menyampaikan sejumlah langkah awal, seperti inventarisasi formasi guru untuk diajukan ke KemenPAN-RB, usulan pemanfaatan aset PLA sebagai lahan sekolah, serta proses pemecahan lahan oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah. BPMP Kepri juga menyatakan kesiapannya mendukung pembangunan SLB baru begitu lahan legal tersedia.