“Wadadidaw malah kudure RT dadine TR to kih. RT Rukun Tengga jadi TR Tidak Rukun. Lokasi di Perum Pasadena saat Malam Tirakatan. Belum diketahui penyebabnya.
Hati hati lur, tetep fokus lan waspada 19.53//16.08.2023,” tulis pengunggah.
Sejumlah netizen menanggapi aksi Pak RT tersebut.
“Seko videone, swng lingguh emang njalok di suapu. Dijak salaman malah tangane di inggirno (Dari videonya, yang duduk emang minta disapu. Diajak salaman malah tangannya disingkirkan),” tulis netizen A.
“Penyebabnya mungkin pelaku tersinggung karena ngajak salaman tapi tangannya malah di pinggirin… Yang korban juga kenapa sih? Mungkin pelakunya tersinggung dan malu juga di depan orang banyak malah di hardik gitu….,” tulis netizen B.
“Punya masalah pribadi itu sama² bersalah yg 1 di ajak salam respon tak menyenangkan yg mukul mungkin malu di hadapn warga nya,” tulis netizen C.
“Kita hanya liat potongan video. Mereka mungkin punya masalah sblmnya,” tulis netizen D.
Makna Malam Tirakatan
Mengutip Kompas.com, secara filosofis, tirakatan adalah proses mencari jalan kebenaran atau kebaikan.
Tradisi malam tirakatan bahkan menjadi hal yang sakral di sejumlah daerah di Tanah Air.
Dilansir dari jurnal Tradisi Tirakatan di Ngoro-Oro: Analisis Budaya Masyarakat menurut Perspektif Badawa Ibnu Khaldun dan Solidaritas Emile Durkheim (2019) karya Rahmawati, dkk., ritual yang dilakukan pada malam tirakatan memiliki makna simbolis.













