Kecurigaan keluarga semakin menguat saat menerima dokumen hasil laboratorium yang dikirim via email ke ponsel korban keesokan harinya.
“Kami lihat hasil labnya, ada kerusakan jantung, kerusakan hati, dan kerusakan ginjal,” tegas Jendris usai membuat laporan di Polresta Barelang.
Pihak keluarga mempertanyakan urgensi penyuntikan obat secara beruntun tersebut dan menilai penjelasan rumah sakit mengenai kemungkinan alergi obat tidak masuk akal.
“Seurgent apa tiga botol obat ini harus saat itu juga disuntikkan dan dimasukkan ke tubuh pasien, baik lewat tangan maupun lewat infus?” serunya.
RS Awal Bros Bantah Kelalaian, Klaim Sesuai Prosedur
Menanggapi tuduhan serius dan laporan polisi tersebut, Direktur RS Awal Bros Botania Batam, dr. Retno Kusumo, MARS, menerbitkan pernyataan resmi pada Senin (10/8/2026).
Pihak rumah sakit membantah adanya kelalaian dan menegaskan bahwa seluruh tindakan medis yang dilakukan kepada pasien DSS (24) telah berjalan sesuai standar operasional yang berlaku.
“Keselamatan pasien merupakan prioritas utama kami. Sejak pasien mendapatkan pelayanan di rumah sakit, tim medis telah melakukan pemeriksaan, tindakan medis, pemantauan, serta penanganan sesuai dengan kondisi klinis pasien,” ujar dr. Retno.













