Gudangberita.co.id, Natuna – Bupati Natuna, Cen Sui Lan, mengungkapkan penyebab minimnya pembangunan di tingkat kecamatan dan desa saat ini. Hal tersebut disampaikannya saat Safari Ramadan di Kecamatan Bunguran Utara, Rabu (11/3/2026).
Menurut Cen, kondisi tersebut dipengaruhi oleh belum diterimanya dana tunda salur Dana Bagi Hasil (DBH) Migas tahun 2024 dari pemerintah pusat. Akibatnya, pemerintah daerah harus memprioritaskan penyelesaian utang lama yang diwarisi dari pemerintahan sebelumnya.
Ia menjelaskan, pada tahun lalu pemerintah pusat sempat menyalurkan sebagian tunda salur sekitar Rp35 miliar. Dana tersebut langsung dimanfaatkan pemerintah daerah untuk membantu pelunasan utang.
“Dengan segala efisiensi, dana yang ada kita gunakan untuk membayar kewajiban daerah,” ujarnya.
Cen mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Natuna telah melunasi utang kepada pihak ketiga yang berasal dari tahun anggaran 2024 dengan nilai mencapai sekitar Rp 165 miliar. Namun hingga saat ini masih tersisa utang daerah sekitar Rp30 miliar lebih yang harus diselesaikan.
Menurutnya, saat ini pemerintah daerah lebih banyak fokus menyelesaikan kewajiban lama dibanding menjalankan program pembangunan baru.













