“Bupati Natuna saat ini pada dasarnya hanya membayar utang yang diwariskan dari bupati sebelumnya,” katanya.
Ia berharap pemerintah pusat segera menyalurkan kembali dana tunda salur DBH migas tersebut. Jika dana itu cair, kata Cen, pemerintah daerah akan memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk mempercepat pembangunan di kecamatan dan desa.
“Kalau tunda salur itu dibayarkan tahun ini, tentu pembangunan untuk masyarakat akan jauh lebih banyak,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Cen juga meminta doa masyarakat agar pemerintah pusat segera menyalurkan hak daerah tersebut.
“Saya mohon doa masyarakat yang hadir di masjid ini, semoga pemerintah pusat segera melunasi tunda bayar ke daerah,” ucapnya.
Ia menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah, termasuk berkoordinasi langsung dengan kementerian terkait di Jakarta. Namun hingga kini dana tersebut masih belum juga cair.
“Kita sudah berusaha sampai ke kementerian. Sekarang tinggal menunggu dana itu saja, tapi sampai sekarang belum juga cair ke daerah,” katanya.
Cen juga memahami kondisi keuangan pemerintah pusat yang saat ini sedang menghadapi tekanan defisit anggaran cukup besar. Meski begitu, ia tetap berharap hak daerah dapat segera disalurkan.













