King maker jika diartikan dalam Bahasa Indonesia adalah “pembuat raja”. Melansir dari Cambridge Dictionary, King Maker adalah seseorang yang mempengaruhi pilihan orang untuk posisi berkuasa dalam suatu organisasi. Menurut laman Merriam Webster, kata ini pertama kali digunakan pada tahun 1595 silam yang digunakan untuk mengartikan seseorang yang memiliki pengaruh besar terhadap pilihan calon pemimpin.
King Maker adalah mereka yang berada di belakang layar yang tugasnya menyiapkan para pemimpin melalui berbagai proses pendidikan, dan sekaligus biasanya menjadi tempat bertanya dan diskusi para pemimpin (leader) untuk memecahkan berbagai persoalan.
Tentu Marganas Nainggolan bukan satu-satunya King Maker di PWI Kepri. Kita bisa menyebut nama lain yang tak kalah sakti, seorang maha guru, Datuk Rida K Liamsi. Bisa ditambahkan nama-nama lain seperti wartawan senior Candra Ibrahim, Socrates, Saibansah Dardani, Richard Nainggolan, Eviaty Syamsir, Muhammad Iqbal, Harianto, dll. Mereka adalah para tokoh pers di PWI Kepri, yang saat ini jauh dari hingar-bingar, tapi nasihat serta tunjuk ajarnya senantiasa menggerakkan daya dan makna.
Kurangnya Komunikasi
Hantaman badai isu dana cash back BUMN yang mengoyak-moyak persatuan PWI, membutuhkan sosok kharismatik yang bisa jadi penengah. Kelemahan Andi Gino, Ketua PWI Kepri yang digantikan MGN, adalah kurangnya komunikasi yang terbuka terhadap para sesepuh pers dan wartawan-wartawan senior di lingkungan PWI Kepri.













