KepriOpiniZona Headline

Catatan Kemelut PWI Kepri: Menunggu Tangan Dingin ‘The King Maker’

584
×

Catatan Kemelut PWI Kepri: Menunggu Tangan Dingin ‘The King Maker’

Share this article
Foto: Ilustrasi
banner 468x60

Maka, inti persoalan bukan di PWI secara kelembagaan, tapi HCB yang merasa masih berhak atas keberadaan PWI itu sendiri. HCB benar pengurus sah hasil Kongres Bandung. Zulmansyah pun acapkali mengakui dan tidak mempersoalkan itu. Yang dipersoalkan adalah pelanggaran PD-PRT setelah HCB menjabat, bukan soal Kongres lagi.

The King Maker

Penunjukan MGN — sapaan karib Marganas di lingkungan pers — terasa tepat. MGN adalah seorang King Maker. Pabrik pencetak para pemimpin di dunia pers. Tahun 2008, MGN mengorbitkan kader yang sangat muda, Ramon Damora. Saat itu Ramon belum dikenal banyak orang. PWI Kepri sendiri masih berusia 4 tahun, dengan Socrates sebagai ketua pertamanya.

BACA JUGA:  Dunia Pers Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung

“Do what you need to do. Change your world. Leave the rest to me,” kalimat yang begitu terkenal dari buku The King Maker karya Kennedy Ryan. Lakukan apa yang perlu, ubah duniamu, sisanya serahkan aku. Begitu kira-kira yang diucapkan MGN kepada Ramon. Lecutan guru kepada murid.

Selebihnya adalah sejarah. Ramon, yang saat itu berusia 30 tahun, terpilih menjadi Ketua PWI cabang Kepri periode 2008-2013 dalam kongres yang berlangsung sengit. Dalam penelusuran penulis, Ramon Damora merupakan ketua PWI Provinsi termuda sepanjang sejarah. Belum ada yang mematahkan rekornya.